Sigit Kurniawan’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Konsep Wireless LAN

Teknologi Wireless LAN menjadi sangat popular saat ini di banyak applikasi. Setelah evaluasi terhadap teknologi tersebut dilakukan, menjadikan para pengguna merasa puas dan meyakini realiability teknologi ini dan siap untuk digunakan dalam skala luas dan komplek pada jaringan tanpa kabel.

Wireless LAN bekerja dengan menggunakan gelombang radio. Sinyal radio menjalar dari

pengirim ke penerima melalui free space, pantulan, difraksi, Line of Sight dan Obstructed

LOS. Ini berarti sinyal radio tiba di penerima melalui banyak jalur (Multipath), dimana tiap sinyal (pada jalur yang berbeda-beda) memiliki level kekuatan, delay dan fasa yang berbeda-beda.

Awalnya teknologi ini didesain untuk aplikasi perkantoran dalam ruangan, namun sekarang Wireless LAN dapat digunakan pada jaringan peer to peer dalam ruangan dan juga point to point diluar ruangan maupun point to multipoint pada aplikasi bridge. Wireless LAN di desain sangat modular dan fleksibel. Jaringan ini juga bisa dioptimalkan pada lingkungan yang berbeda. Dapat mengatasi kendala geografis dan rumitnya instalasi kabel.

FREKUENSI

Frekuensi yang dipakai adalah 2.4 Ghz atau 5 Ghz yakni frekuensi yang tergolong pada

ISM (Industrial, Scientific, dan Medial). Dalam teknologi W LAN ada dua standar yang

digunakan yakni :

1. 802.11 standar indoor yang terdiri dari :

a. 802.11 2,4 GHz 2 Mbps

b. 802.11a 5 GHz 54 Mbps

c. 802.11a 2X 5 GHz 108 Mbps

d. 802.11b 2,4 GHz 11 Mbps

e. 802.11g 2.4 GHz 54 Mbps

f. 802.11n 2,4 GHz 120 Mbps

2. 802.16 standar outdoor salah satunya adalah WiMAX (World Interoperability for Microwave Access) yang sedang digodok penggunaannya di Indonesia.

Frekuensi 2,4 Ghz mempunyai 14 kanal dalam lebar pita frekuansi 84,5 Mhz seperti

terlihat pada gambar berikut :

Channel

Frekuensi (Mhz)

Channel

Frekuensi (Mhz)

1

2412

8

2447

2

2417

9

2452

3

2422

10

2457

4

2427

11

2462

5

2432

12

2472

6

2437

13

2477

7

2442

14

Topologi Wireless LAN

Wireless LAN memungkinkan workstation untuk berkomunikasi dan mengakses jaringan

dengan menggunakan propagasi radio sebagai media transmisi. Wireless LAN bisa

menghubungkan LAN kabel yang telah ada sebagai sebuah extensi atau menjadi basis

dari jaringan baru. W LAN sangat mudah beradaptasi artinya dapat dirancang untuk lingkungan dalam ruangan dan juga untuk luar ruangan seperti menghubungkan

gedung-gedung kantor, lantai produksi, rumah sakit dan Universitas.

Dasar dari blok wireless LAN disebut dengan Sel. Sel adalah area yang dicakupi oleh

Komunikasi Wireless. Areal cakupan ini tergantung pada kekuatan propagansi signal

radio dan tipe konstruksi dari penghalang, partisi dan atau karakter fisik pada lingkungan

dalam ruangan. PC Workstation, notebook, laptop, dan PDA dapat bergerak dengan bebas

di dalam areal sell.

Setiap sel Wireless LAN membutuhkan komunikasi dan traffic management. Yang mana

hal ini dilakukan oleh Access Poin (AP) yang mengatur komunikasi pada setiap wireless

station pada areal cakupan. Station juga saling berkomunikasi satu dengan lainnya melalui AP, jadi proses komunikasi antar station dapat di sembunyikan antara satu dengan lainnya. Dalam hal ini AP berfungsi sebagai relay.

AP juga dapat berfungsi sebagai brigde yakni penghubung antara wireless station dan

jaringan kabel dan juga dengan cell wireless lainnya.

Dikutip dari “Konsep Dasar Wireless LAN” oleh Denny Charter

www.ilmukomputer.com

Lisensi Dokumen:

Copyright © 2003-2007 IlmuKomputer.Com

Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan

disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial (nonprofit), dengan syarat

tidak menghapus atau merubah atribut penulis dan pernyataan copyright yang

disertakan dalam setiap dokumen. Tidak diperbolehkan melakukan penulisan ulang,

kecuali mendapatkan ijin terlebih dahulu dari IlmuKomputer.Com.

April 4, 2008 - Ditulis oleh sigitkurniawan190888 | Uncategorized | | No Comments Yet

Belum ada komentar.

Tinggalkan komentar