eQSO
eQSO
eQSO adalah sistem “voice-over IP” , yaitu suara yang dikirimkan melalui Internet Protocol. Secara umum, mengirimkan suara dalam bentuk paket-paket digital atau tidak lagi melalui konvensional protokol seperti public switched telephone network (PSTN).
eQSO adalah implementasi dari “client/server”. Pada dasarnya, terdapat eQSO server, tempat dimana kita mempunyai host dalam bandwidth yang kita miliki.(contohnya, domain eqso.446user.co.uk) dan user (arti disini adalah PMR446 RF Gateways atau PC user)yang terhubung melalui komputer mereka.
Kita sebenarnya memliki dua server – main server dan backup server. Kita menjalankan skrip yang secara periodik memanggil main server. Jika skrip tersebut menerima respon yang memberitahukan bahwa main server hidup, maka kemudian skrip menympan keadaan tersebut. Jika tidak mendapat respon, skrip tersebut akan mengubaha masukan DNS untuk eqso.446user.co.uk menjadi IP address dari backup. Praktik sederhananya adalah jika main server rusak atau tidak berfungsi maka backup server akan menggantikan kerja dari main server tersebut. Karena domain tetap, proses ini tidak dapat dilihat oleh user dengan pengecualian dari waktu mati sampai 5 menit sebagai update DNS server.
Status sistem muncul pada bagian kanan atas dari website. Jika mengalami masalah dalam masalah koneksi, Anda harus melihat bagian ini.
eQSO software dikembangkan oleh Paul M0ZPD dan memang ditujukan untuk pengguna amateur radio, meskipun dia memberikan izin dalam penggunaannya dalam syarat-syarat dari freeware licence PMR446. RF gateways dan PC users dapat berada dimanapun, dan ini memungkinkan melakukan pembicaraan dari nmegara lain yang menggunakan PMR446 radio melalui local gateway.
Gambar di bawah ni menunjukkan cara kerja sistem dengan internet sebagai backbone.
Karena sifat alami dari eQSO adalah menjadi aplikasi “client/server”, daripada dua gateway yang membentuk hubungan langsung (peer to peer). Setiap audio stream melalui server sebagai tautan dalam gambar di atas..
Sistem ini memerlukan kira-kira 15 kbps per audio stream. Saat user mulai bicara, gateway dan PC Client dimana dia terhubung, mengirimkan audio stream tersebut kepada server. Server tersebut kemudian merelay dengan memisahkan streaming audio tersebut kepada client yang terhubung.
Inilah yang membuat senakin butuhnya terhadap bandwidth (jika ada 10 orang dalam ruangan maka ini membutuhkan 150 kbps), dan ini juga menjadi alasan untuk kita menanyakan berap banyak orang yang berada dalam ruangan sebelum mengadakan pembicaraan. Kita haru menghitung seberapa besar bandwidth yang dibutuhkan utnuk sekarang dan nanti.
Kerkuangan bandwidth dapat menyebabkan terjadinya “packet loss” yang menimbulkan gap atau ruang antara paket. Dalam keadaan sebenarnya, akan terjadi putusnya suara sejenak tapi tidak menyebabkan hubungan terputus, paket tersebut mengalami delay dari pentransferan melalui internet tapi tidak hilang.
Dean & TJ
Dikutip dan diterjemahkan dari http://446user.co.uk
Belum ada komentar.
Tinggalkan komentar
-
Terkini
-
Taut
-
Arsip
- Mei 2008 (2)
- April 2008 (10)
- Maret 2008 (4)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS
