Sigit Kurniawan’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Instalasi FTP Server (2)

Dua field terakhir (/etc/ftpd dan ftpd -l) memberitahu pathname lengkap dari ftpd dan argumennya (termasuk nama programnya, ftpd) untuk digunakan ketika menjalankan server. Setelah melakukan konfigurasi FTP server untuk berjalan dibawah inetd, anda perlu untuk menambahkan sebuah ftp user pada file /etc/passwd di komputer anda. ftpd akan memeriksa keberadaan dari ftp user sebelum mengizinkan seorang anonymous user untuk menggunakan layanan FTP.

Entry ftp user di file /etc/passwd harus mempunyai user ID dan group ID yang unik dan user harus tidak diizinkan untuk masuk melalui layanan standar yang lain seperti telnet dan rlogin. Password user ftp pada /etc/passwd harus berisi *, yang berarti bahwa tidak ada password, dan login shell seharusnya di-set ke /bin/false, sehingga sistem tidak mengizinkan user ftp untuk login dari layanan lain. Setelah itu, direktori yang boleh diakses oleh ftp user juga harus diset yaitu di /usr/ftp. Contoh baris pada file /etc/passwd dapat dilihat dibawah ini. Baca selebihnya »

April 25, 2008 Ditulis oleh sigitkurniawan190888 | Uncategorized | | No Comments Yet

Instalasi Dengan Ports

FreeBSD Ports Tree

Ports collection berada dalam direktori /usr/ports. Masuklah kedalam direktori tersebut dan perhatikanlah. Apa yag Anda lihat seharusnya seperti nampak pada daftar di bawah ini. Anda akan menyadari bahwa setiap kategori adalah yang Anda telah lihat dalam program Sysinstall program.

# ls -sF /usr/ports/

total 7422

2 .cvsignore 4 deskutils/ 4 net-mgmt/

34 CHANGES 38 devel/ 2 news/

2 COPYRIGHT 2 distfiles/ 2 palm/

6768 INDEX-6 2 dns/ 2 picobsd/

4 KNOBS 6 editors/ 2 polish/

32 LEGAL 4 emulators/ 2 portuguese/

106 MOVED 2 finance/ 8 print/

6 Makefile 2 french/ 2 russian/ Baca selebihnya »

April 25, 2008 Ditulis oleh sigitkurniawan190888 | Uncategorized | | No Comments Yet

Instalasi FTP Server (1)

Ada dua tipe akses yang FTP server sediakan yaitu user FTP dan anonymous FTP. User FTP adalah adalah layanan FTP yang disediakan untuk orang yang mempunyai sebuah user account pada suatu host, sedangkan anonymous FTP disediakan untuk publik. Dengan layanan FTP anda dapat melakukan transfer file dari sistem anda atau ke sistem anda dari berbagai tempat di internet.

Tapi anda tidak dapat mengeksekusi semua perintah yang ada karena FTP server memang hanya menyediakan perintah-perintah tertentu, seperti melihat daftar dan mengubah direktori, dan menerima serta mengirim file. Pada instalasi ini yang akan menjadi pokok bahasan kita adalah Anonymous FTP server yang merupakan inti dari sebuah FTP Server. FTP server terdiri dari dua bagian, yaitu : server, yang menanggapi permintaan client seperti mengirim file, mendaftar direktori yang ada, dan lain-lain ; dan filesystem yang merupakan tempat FTP server membaca file dan direktori yang ada.

Program implementasi standar UNIX untuk menjalankan FTP server adalah ftpd (ftp daemon). ftpd berjalan dibawah inetd, UNIX superserver. inetd mendengarkan permintaan pada sejumlah port, termasuk port kontrol FTP, TCP port 21. Ketika sebuah FTP client pertama kali mencoba untuk berhubungan dengan sebuah FTP server, dia mengirimkan paket ke port 21 pada host tujuannya. Kemudian inetd menerima paket tersebut, menentukan dari nomor port tujuan bahwa layanan FTP perlu dijalankan, dengan melakukan proses forking dan executing pada ftpd.

Jika pada saat yang bersamaan ada client lain yang ingin berhubungan dengan FTP server, maka inetd akan meminta kopi dari ftpd yang sudah berjalan untuk menanganinya. Baris pada file konfigurasi inetd, inetd.conf yang mengawasi bagaiman ftpd dijalankan dapat dilihat di bawah ini : ftp stream tcp nowait root /etc/ftpd ftpd -l Biasanya pada sistem UNIX konfigurasi untuk ftpd seperti contoh diatas sudah ada pada file inetd.conf, yang akan kita bahas sekarang adalah arti dari masing-masing field pada baris konfigurasi diatas. Field pertama (ftp) adalah field protokol, yang memberitahu inetd layanan apa yang disinggung oleh baris ini.

Kemudian inetd akan melihat di file /etc/services untuk mencari padanan dari nomor port ftp yang ternyata adalah port 21. Ketika inetd menerima paket untuk port 21, maka inetd dengan menggunakan baris inetd.conf diatas sudah mengetahui server apa yang harus ia jalankan (FTP server). Field kedua dan ketiga (stream dan tcp) menerangkan tipe komunikasi yang digunakan FTP server.

Dalam hal ini, komunikasi dilakukan melalui hubungan TCP, yang merupakan aliran data berurutan antar dua komputer. Perlu diingat bahwa File Transfer Protocol (FTP) hanya bekerja melalui hubungan TCP. Field keempat (nowait) memberitahukan inetd untuk menjalankan sebuah server baru setiap kali ada client yang akan berhubungan. Apabila menuliskan wait pada field ini, maka akan memberitahu inetd bahwa untuk menjalankan sebuah server baru haru menunggu sampai tidak ada lagi server yang sedang berjalan.

April 25, 2008 Ditulis oleh sigitkurniawan190888 | Uncategorized | | No Comments Yet

Instalasi Software Menggunakan Package

Anda dapat menggunakan pkg_add(1) utility untuk meng-install software FreeBSD dari local server
network.
# pkg_add lsof-4.56.4.tgz
Jika Anda tidak memiliki sumber package secara lokal, (misal CD-ROM FreeBSD) maka ini akan menjadi lebih mudah menggunakan opsi -r pada pkg_add(1). Sehingga secara otomatis, dapat ditentukan mana format objek yang benar dan melepaskan serta mengambilnya kemudian meng-install package dari situs FTP.
# pkg_add -r lsof Baca selebihnya »

April 25, 2008 Ditulis oleh sigitkurniawan190888 | Uncategorized | | No Comments Yet

Gambaran Singkat Tentang Instalasi Software dalam FreeBSD

Jika Anda pernah menggunakan sistem operasi UNIX, Anda akan mengetahui bahwa prosedur untuk meng-install software adalah seperti berikut:
1. Download software, yang didistribusikan dalam format kode source, atau dalam bentuk binary.
2. Unpack software dari format distribusinya(biasanya tarball compressed dengan compress(1), gzip(1), atau
bzip2(1)).
3. Cari lokasi dokumentasi instalasi (mungkin INSTALL atau README file, atau file sejenisnya di doc/ subdirectory) dan bacalah bagaimana cara meng-install software tersebut.
4. Jika distribusi software dalam bentuk source, maka compile-lah. Ini mungkin melibatkan pengeditan Makefile, atau menjalankan configure script, dan lainnya.
5. Test dan install software tersebut. Baca selebihnya »

April 25, 2008 Ditulis oleh sigitkurniawan190888 | Uncategorized | | No Comments Yet